
Riauterkini-TANAHPUTIH-Personel piket Polsek Tanah Putih melaksanakan patroli sekaligus pengamanan di lokasi kejadian kebocoran pipa milik PHR yang diduga akibat kecelakaan lalu lintas (laka), pada Sabtu (11/4/2026).
Dari pantauan di lapangan, terlihat sebuah truk dalam kondisi terguling di sisi jalan, sementara di lokasi yang sama terdapat aktivitas penanganan kebocoran pipa oleh pihak terkait.
Petugas kepolisian tampak berada di sekitar lokasi guna memastikan situasi tetap kondusif.
Kapolsek Tanah Putih, Y Yudi Indranaldi, menerangkan bahwa pihaknya langsung menurunkan personel untuk melakukan patroli serta pengamanan di tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan.
“Personel piket sudah berada di lokasi untuk melakukan pengamanan dan pemantauan situasi. Hingga saat ini kondisi di TKP dalam keadaan aman dan terkendali,” ujar Kapolsek.
Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan instansi terkait guna memastikan penanganan kebocoran pipa dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, serta mencegah dampak yang lebih luas.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak mendekati area kejadian demi keselamatan bersama, serta memberikan kesempatan kepada petugas untuk bekerja secara maksimal.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan aktivitas penanganan masih terus berlangsung.
Akibat Laka Tunggal
Kebocoran pipa testline berdiameter 8 inci milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terjadi di Jalan Lintas Manggala Jhonson, Kelurahan Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 05.40 WIB.
Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh kecelakaan tunggal kendaraan pengangkut inti milik PT JSA yang menabrak bagian weld o led pada pipa, sehingga menyebabkan semburan air panas bercampur minyak ke area sekitar.
Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni Sik MH Saat dikonfirmasi Riauterkini.com melalui Kapolsek Tanah Putih, Kompol Y. Yudi Indranaldi, menjelaskan bahwa kebocoran tersebut sempat menimbulkan dampak terhadap lingkungan di sekitar lokasi kejadian.
“Pipa sempat mengeluarkan air bercampur sedikit minyak. Semburan tersebut mencemari halaman warung milik warga serta tanaman cabai di lahan milik PHR,” jelas Kapolsek.
Lebih lanjut disampaikan, pihak terkait telah bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. Tim patroli Global Arrow telah berkoordinasi dengan pihak PT JSA, serta melakukan pengamanan lokasi dengan pemasangan garis pembatas (yellow line).
“Penanganan sudah dilakukan oleh tim housekeeping PT BKP, termasuk pembersihan limbah dan perbaikan pipa yang bocor. Saat ini proses tersebut masih berlangsung,” tambahnya.
Untuk penanganan lebih lanjut, termasuk terkait kerugian yang ditimbulkan, telah dikoordinasikan dengan Satuan Lalu Lintas Polres Rokan Hilir.
Adapun identitas pengemudi truk yang terlibat dalam kejadian tersebut diketahui bernama Aditiya Lesmana (22), warga Dusun III Koto Aman, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, yang bekerja sebagai sopir di PT JSA.
Pihak kepolisian mengimbau agar seluruh perusahaan dan pengemudi yang beroperasi di jalur lintas industri lebih berhati-hati guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari.
PHR Sudah Mengatasi Kebocoran
Sementara Eviyanti Rofraida, Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Rokan
mengonfirmasi kebocoran tersebut.
Dikatakannya, tim operasi PHR langsung turun ke lokasi untuk melakukan mitigasi. Berkat respon cepat tim di lapangan, kebocoran telah berhasil dihentikan dan teratasi dengan baik. Saat ini, fokus tim adalah memastikan area terdampak dibersihkan secara menyeluruh.
Tim di lapangan bekerja sama dengan kepolisian dan masyarakat setempat telah turun ke lapangan dalam menangani truk yang menabrak pipa PHR tersebut.
PHR menghimbau semua pihak untuk tetap mengutamakan keselamatan terutama memperhatikan rambu-rambu dalam berkendaraan agar tidak terjadi kecelakaan yang serupa di masa yang akan datang.***(Bud)