Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
DBH Migas Siak Anjlok, Bupati Afni Desak Kemenkeu Buka Data Perhitungan



Riauterkini-SIAK — Pemerintah Kabupaten Siak mempertanyakan keras anjloknya proyeksi Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang akan diterima daerah pada 2027.

Dari yang sebelumnya pernah mencapai hampir Rp600 miliar, DBH Migas Siak kini diproyeksikan hanya sekitar Rp36 miliar.

Persoalan tersebut disampaikan Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli dalam pertemuan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti, Senin (5/10/2026), di Gedung Kemenkeu, Jakarta.

Afni hadir bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Ketua DPRD Siak, Badan Anggaran (Banggar), serta sejumlah anggota DPRD Siak.

Mereka datang membawa satu persoalan utama, mengapa hak DBH Migas Siak anjlok begitu drastis ketika kewajiban pemerintah pusat kepada daerah justru masih menumpuk.

Dalam pertemuan tersebut, Kemenkeu menjelaskan bahwa pemerintah telah memperjuangkan alokasi DBH bagi daerah penghasil. Namun, dalam APBN 2027 yang telah disepakati pemerintah dan DPR RI, total alokasi DBH nasional hanya sekitar Rp63,3 triliun.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp59,3 triliun dialokasikan untuk DBH reguler. Sementara pembayaran kurang bayar (KB) DBH hanya memperoleh sekitar Rp4 triliun, dari total kewajiban pemerintah pusat kepada daerah yang mencapai sekitar Rp70 triliun.

Siak disebut memperoleh alokasi sekitar Rp140 miliar pada 2027 untuk mencicil kurang bayar DBH, dari total utang pemerintah pusat kepada Siak yang mencapai sekitar Rp411 miliar.

Afni mengapresiasi adanya pembayaran tersebut. Namun, ia mempertanyakan mengapa di saat utang DBH mulai dicicil, proyeksi DBH Migas reguler justru jatuh sangat dalam.

“Kami tetap berterima kasih utang ini akhirnya dicicil, karena sudah kami nantikan sejak 2023. Tapi kenapa utangnya dicicil tapi DBH Migasnya anjlok drastis? Itu yang tadi kami tanyakan sebabnya,” kata Afni.

Pertanyaan Pemkab Siak tidak berhenti pada besaran alokasi. Afni juga meminta transparansi data yang menjadi dasar penghitungan DBH Migas.

Menurutnya, pemerintah perlu membuka data lifting, produksi, biaya produksi, hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Migas yang menjadi dasar penghitungan hak daerah penghasil.

Pasalnya, dalam pertemuan tersebut disebutkan kontribusi PNBP Migas Riau pada 2026 mengalami penurunan tajam, dari sekitar 4,6 persen menjadi 1,6 persen. Penurunan tersebut kemudian berdampak terhadap DBH Migas yang diterima daerah-daerah penghasil di Riau.

“Kalau memang kontribusinya disebut turun, kami ingin tahu apa dasarnya? Lifting-nya berapa? Ongkos produksinya berapa? Dan bagaimana angka itu dihitung kemudian dalam bentuk DBH Migas ke daerah?” ujarnya.

Menurut Afni, permintaan transparansi tersebut sangat beralasan karena Siak merupakan daerah yang merasakan langsung dampak eksploitasi sumber daya alam.

Namun, data lifting dan produksi Migas belum dapat dibuka dalam pertemuan tersebut karena berada dalam kewenangan Kementerian ESDM dan SKK Migas.

Bagi Afni, kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri. Sebab, tanpa mengetahui data dasar penghitungan, daerah penghasil sulit memastikan apakah angka DBH yang ditetapkan benar-benar mencerminkan kontribusi Migas dari wilayah mereka.

Berdasarkan kertas kerja terakhir yang pernah dibuka, Afni menyebut PNBP Migas dari Kabupaten Siak pada 2023 pernah mencapai sekitar Rp3,9 triliun dalam setahun.

Namun, dari nilai tersebut, yang kembali ke daerah hanya sekitar Rp400 miliar. Bahkan sebagian hak Siak masih menjadi utang pemerintah pusat, dengan nilai sekitar Rp100 miliar.

Di tengah anjloknya proyeksi DBH Migas, Siak juga menghadapi tekanan fiskal yang tidak ringan.

Pemkab Siak masih memiliki utang kepada pihak ketiga lebih dari Rp300 miliar untuk pekerjaan yang telah selesai sejak 2024. Selain itu, terdapat hak pegawai berupa Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang masih terutang selama dua bulan pada 2025.

Karena itu, tawaran pembiayaan infrastruktur melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) belum dianggap sebagai solusi utama.

Afni mempertanyakan logika menambah pembiayaan baru ketika kewajiban atas pekerjaan yang sudah selesai masih belum mampu dibayarkan secara tunai.

“Bagaimana daerah mengambil pembiayaan baru ketika kewajiban atas proyek yang sudah selesai sebelumnya masih belum terbayarkan?” tegasnya.

Skema yang ditawarkan pemerintah pusat, kata Afni, salah satunya adalah membayar kurang bayar DBH melalui proyek infrastruktur yang dibiayai SMI.

Namun bagi Siak, skema tersebut belum menyelesaikan persoalan mendesak yang sedang dihadapi daerah.

Pertemuan dengan Kemenkeu akhirnya belum menghasilkan solusi konkret bagi Siak.

Afni mengatakan pemerintah pusat melalui Kemenkeu tetap akan memangkas DBH Migas seluruh daerah penghasil di Riau, termasuk Kabupaten Siak.

Meski demikian, Pemkab Siak tidak akan berhenti memperjuangkan persoalan tersebut. Komunikasi dengan kementerian dan lembaga terkait akan terus dilakukan, terutama untuk mendapatkan kejelasan mengenai data produksi, lifting, PNBP, serta formula penghitungan DBH Migas.

Afni juga meminta masyarakat Siak tetap tenang dan menjaga kondusivitas.

Menurutnya, perjuangan tersebut bukan semata-mata soal angka dalam APBD, melainkan menyangkut hak daerah penghasil atas sumber daya alam yang dieksploitasi dari wilayahnya.

“Siak tidak meminta yang muluk-muluk. Cuma meminta transparansi dan hak dari eksploitasi sumber daya alam di daerah. Tidak lebih,” ujar Afni.

Ia menegaskan, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetap akan dilakukan. Namun, sebesar apa pun PAD yang mampu digenjot, tidak akan serta-merta mampu menggantikan kehilangan DBH Migas dalam jumlah besar.

“Seberapapun naiknya PAD tidak akan sebanding dengan hak yang dipangkas. Hak ini tidak bisa serta-merta dikompensasikan dengan penyeragaman program pusat di daerah,” tegasnya.

Persoalan DBH Migas kini menjadi ujian serius bagi kemampuan fiskal Siak. Di satu sisi, daerah dituntut tetap menjalankan pembangunan dan memenuhi kewajiban yang telah jatuh tempo. Di sisi lain, sumber penerimaan yang selama ini menjadi salah satu penopang utama justru diproyeksikan merosot tajam.***(Adji)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Selasa, 06 Oktober 2026

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru.

Galeri
Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Advertorial
Jumat, 18 September 2026

Dampingi Kapolda Riau dan Pangdam TT, Bupati Inhu Tinjau Lokasi Karhutla

Bupati Inhu menerima menerima kunjungan Kapolda dan Pandang Tuanku Tambusai. Mendampingi meninjau kebakaran lahan.

Advertorial
Kamis, 10 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School.

Galeri
Senin, 17 Agustus 2026

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan ke-81 RI

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Mengikuti dan Baca Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan RI ke-81

Advertorial
Minggu, 06 September 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026.

Berita Lainnya

Jumat, 09 Oktober 2026

Hadapi Kabut Asap, Capella Honda Bagikan Panduan #Cari_Aman Berkendara Saat Jarak Pandang Terbatas


Jumat, 09 Oktober 2026

Komitmen Cetak Tenaga Kesehatan Profesional, Umri Resmi Buka Prodi S1 Keperawatan dan Profesi Ners


Jumat, 09 Oktober 2026

Universitas Pahlawan Bangkinang Gelar Grand Opening Kebun Raya Dihadiri Tamu Enam Negara


Jumat, 09 Oktober 2026

4 Ribu Warga Inhil Terpapar ISPA Akibat Asap Pekat


Jumat, 09 Oktober 2026

Subuh Keliling, Kapolsek Tanah Putih Kompol Ali Azar Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibmas


Jumat, 09 Oktober 2026

14 Pasangan Mesum Diamankan Satpol PP Pekanbaru dari Sejumlah Wisma


Kamis, 08 Oktober 2026

Brownies Sorgum UMKM Binaan Kilang Dumai Ludes di SMEXPO Pekanbaru


Kamis, 08 Oktober 2026

Plt. Bupati Kuansing Tinjau Pasar Modern, Serap Keluhan Pedagang


Kamis, 08 Oktober 2026

Diduga Belatung, Ditemukan dalam Menu MBG di Ukui Pelalawan


Kamis, 08 Oktober 2026

‎Peduli Warga di Tengah Kabut Asap, KSABP Bagikan 3.000 Masker Gratis


Kamis, 08 Oktober 2026

Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang


Kamis, 08 Oktober 2026

Binaan Pertamina EP Lirik, Desa Lambang Sari V Inhu Sukses Kelola Sampah


Kamis, 08 Oktober 2026

Kuartal III, Polisi Tanam Jagung Pipil Dukung Program Ketahanan Pangan di Ukui Pelalawan


Kamis, 08 Oktober 2026

FSI Umri Berikan Bantuan untuk Pelajar Terdampak Banjir dan Galodo di Solok


Kamis, 08 Oktober 2026

Forum LLAJ Indragiri Hilir Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Tekan Angka Kecelakaan dan Kriminalitas Jalanan


Kamis, 08 Oktober 2026

4 KSOP Teken Nota Kesepakatan PTUN dengan Kejari Inhil


Kamis, 08 Oktober 2026

Tersangka Korupsi Dana Hibah KNPI Rohil Diserahkan ke Jaksa


Kamis, 08 Oktober 2026

DPRD Pelalawan Soroti Syarat PBB untuk Pencairan Gaji ASN


Kamis, 08 Oktober 2026

Polsek Tanah Putih Gencarkan Sosialisasi Larangan Membakar Hutan dan Lahan


Kamis, 08 Oktober 2026

Perjuangkan Sekolah Terintegrasi dan Jalan Tol, Muklisin Temui Deputi III KSP